• Beranda
  • Profile RW 12
  • Profile Demografi
  • Pengurus RW 12
  • Peta RW-12
  • Foto Galery
  • Petunjuk Teknis Keamanan

Salut buat Pak Firdaus Nasrun dan teman-teman atas respon yang cepat terhadap aksi premanisme di Perumahan Depok Maharaja. Geber terus Pak, mumpung orang nomor satu di Mabes Polri lagi "ingat dan hangat" dengan para preman itu [sayang preman berdasi ndak pada ditangkapi ya].

Untuk surat ke seluruh warga, sekalian juga tempelin promosi mengenai keberadaan Forum Warga Depok Maharaja [banyak juga lho yang belum tahu wadah ini]. Plus ... visi, misi dan program globalnya.

Masalah sampah dan tanggungjawab developer, kayaknya perlu juga dipakai cara "preman", eh maksudnya tekanan yang keras. Maklum, telinga mereka sudah tertekuk, mata tertutup, dan tak ada keseriusan. Sekali-kali, belasan gerobak sampah di letakkan di depan kantor developer.

Bulan lalu, hampir seratus pengojek unjuk rasa ke dalam DTC. Mereka protes karena pangkalannya dirobohkan DTC dan menolak dipindahkan ke bagian pojok. Aksi itu berhasil, DTC mengizinkan dan membantu pembangunan pangkalan itu, di lokasi yang sama.

Bisakah kita melakukan cara yang sama dengan bapak-bapak pengojek? Atau Forum Warga Depok Maharaja plus ketua-ketua RW, buat surat pembaca ke banyak media. Kirim juga Koran Tempo ya, secepatnya saya masukkan.

Ditunggu respon cepat Forum Warga soal sampah. Ayo bantu Pak Firdaus dan Pak Ilham mengemudkan Forum Warga.

(Diposting dari milis Depok Maharaja - Untung Widyanto)


Hari Minggu (23/11) malam kemarin di Masjid Nurul Ilmi Blok HIJ telah berlangsung pertemuan Ketua2 RT-RW (yang sayangnya--mungkin karena faktor hujan, yang datang nggak banyak). Tapi mengingat topik yang dibahas penting dan rada mendesak, pertemuan tetap jalan.


Topik utama soal Kamtibmas, bertitik tolak dari banyaknya kasus2 premanisme berkedok jasa dari pihak tertentu terhadap warga perumahan. Keluhan sudah banyak dan tak ada jalan lain mengatasinya kecuali kita harus memperkuat diri dengan menciptakan kekompakan--menghadapinya bersama-sama. Itulah tujuan utama pertemuan kemarin.

Kasus terakhir dialami Pak Supriono, Ketua RW 14 (Blok HIJ). Beliau yang sedang merenovasi rumah Kamis lalu membeli baja ringan. Saat mobil dg material itu tiba sudah diikuti beberapa orang yang datang "menawarkan jasa" untuk angkat bongkar. "Saya yang sejak awal dalam posisi sbg pembeli dan menyerahkan hal begituan kepada sopir material, tak ada masalah.

Sampai akhirnya mereka menetapkan sendiri tarif dan sopir minta saya yang membayar, saya marah" Demikian kira2 Pak Supriono berkisah malam itu. Buntutnya, Pak Supriono kontak polisi dan para "penjual jasa angkut" itupun diangkuit ke Polsek. Dari rapat kemarin terungkap, kasus seperti ini banyak tapi tak terangkat ke permukaan karena bebrapa alasan.

Ke depan, agar kasus seperti ini tak lagi terjadi rapat memutuskan untuk membuat semacam surat pemberitahuan massal kepada semua warga. Surat Tolak Premanisme ini ditandatangani 4 Ketua RW dan diketahui kami selaku Pengurus Forum Warga Depok Maharaja, untuk selanjutnya diharapkan kepada Ketua2 RT untuk mermbagikannya kepada seluruh warga.

Surat juga mencantumkan nomor kontak Pengaduan ke Kapolres dan kapolsek Panmas. Dijamin, telepon yang melaporkan kasus langsung dilayani

Hal lain tentang sampah. Info saja jatah UPS buat perumaha Depok Maharaja sudah dialihkan ke pemohon lain dan Depok Maharaja harus antre lagi di "waiting list" 2009. Sepertinya harus ada langkah agar Developer PT AMGL serius menangani sampah kita
Demikian, semoga bermanfaat

Firdaus Masrun
Ketua FW Depok Maharaja



Postingan Lama Beranda
  • Recent Posts
  • Comments

footerwidget1

footerwidget2

footerwidget3

footerwidget4