Hari Minggu (23/11) malam kemarin di Masjid Nurul Ilmi Blok HIJ telah berlangsung pertemuan Ketua2 RT-RW (yang sayangnya--mungkin karena faktor hujan, yang datang nggak banyak). Tapi mengingat topik yang dibahas penting dan rada mendesak, pertemuan tetap jalan.Topik utama soal Kamtibmas, bertitik tolak dari banyaknya kasus2 premanisme berkedok jasa dari pihak tertentu terhadap warga perumahan. Keluhan sudah banyak dan tak ada jalan lain mengatasinya kecuali kita harus memperkuat diri dengan menciptakan kekompakan--menghadapinya bersama-sama. Itulah tujuan utama pertemuan kemarin.
Kasus terakhir dialami Pak Supriono, Ketua RW 14 (Blok HIJ). Beliau yang sedang merenovasi rumah Kamis lalu membeli baja ringan. Saat mobil dg material itu tiba sudah diikuti beberapa orang yang datang "menawarkan jasa" untuk angkat bongkar. "Saya yang sejak awal dalam posisi sbg pembeli dan menyerahkan hal begituan kepada sopir material, tak ada masalah.
Sampai akhirnya mereka menetapkan sendiri tarif dan sopir minta saya yang membayar, saya marah" Demikian kira2 Pak Supriono berkisah malam itu. Buntutnya, Pak Supriono kontak polisi dan para "penjual jasa angkut" itupun diangkuit ke Polsek. Dari rapat kemarin terungkap, kasus seperti ini banyak tapi tak terangkat ke permukaan karena bebrapa alasan.
Sampai akhirnya mereka menetapkan sendiri tarif dan sopir minta saya yang membayar, saya marah" Demikian kira2 Pak Supriono berkisah malam itu. Buntutnya, Pak Supriono kontak polisi dan para "penjual jasa angkut" itupun diangkuit ke Polsek. Dari rapat kemarin terungkap, kasus seperti ini banyak tapi tak terangkat ke permukaan karena bebrapa alasan.
Ke depan, agar kasus seperti ini tak lagi terjadi rapat memutuskan untuk membuat semacam surat pemberitahuan massal kepada semua warga. Surat Tolak Premanisme ini ditandatangani 4 Ketua RW dan diketahui kami selaku Pengurus Forum Warga Depok Maharaja, untuk selanjutnya diharapkan kepada Ketua2 RT untuk mermbagikannya kepada seluruh warga.
Surat juga mencantumkan nomor kontak Pengaduan ke Kapolres dan kapolsek Panmas. Dijamin, telepon yang melaporkan kasus langsung dilayani
Surat juga mencantumkan nomor kontak Pengaduan ke Kapolres dan kapolsek Panmas. Dijamin, telepon yang melaporkan kasus langsung dilayani
Hal lain tentang sampah. Info saja jatah UPS buat perumaha Depok Maharaja sudah dialihkan ke pemohon lain dan Depok Maharaja harus antre lagi di "waiting list" 2009. Sepertinya harus ada langkah agar Developer PT AMGL serius menangani sampah kita
Demikian, semoga bermanfaat
Firdaus Masrun
Ketua FW Depok Maharaja
