Warga yang berada disekitar Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) tidak pernah tahu kalo lokasi tersebut dijadikan TPS, karena pengembang saat memasarkan rumah tidak pernah mencantumkan TPS dalam site plan, sehingga gejolak dan penolakan warga selalu muncul seperti ketika TPS berada di blok M, dan sekarang di wilayah blog G.
Forum Warga Depok Maharja (FWDM) telah lama mencoba mencari solusi, salah satunya mengupayakan mesin Unit Pengolah Sampah (UPS) yang akan dikucurkan dari Pemkot Depok.
Mesin UPS pertama kali telah dibangun di lingkungan rumah Wali Kota Depok di kawasan kelapa dua Cimanggis. UPS ini menjadi pilot project dan rencananya akan dibangun dibeberapa wilayah di kota Depok dengan anggaran APBD.
Sudah dua kali FWDM bertandang ke UPS yang berada di wilayah Cimanggis, dilingkungan rumah Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail, untuk memastikan kelayakan mesin itu jika dipasang disebuah perumahan.
Ahad, 29 Maret 2008 FWDM dan sejumlah perwakilan warga kembali mendatangi UPS Cimanggis. Kesimpulan sementara memang layak untuk dipasang disebuah perumahan, apalagi standar bangunan yang ditentukan oleh Pemkot Depok jauh lebih baik dan permanen dibanding yang di Cimanggis.
Keberanian Wali Kota Depok untuk membangun UPS dilingkungannya memang layak diikuti, memang tidak terlalu dekat, kurang lebih 300 m dibelakang rumah Nur Mahmudi Ismail.
Warga bisa menerima pembangunan UPS di Maharaja asalkan standar pengelolaan dan perawatan sesuai standard yang berlaku.
Pemkot Depok rencananya akan memberikan bantuan operasional UPS secara bertahap, tahun pertama operasional akan ditanggung Pemkot melalui dana APBD, dan secara bertahap akan dikurangi sehingga warga bisa mengelola sendiri.
